Review Penginapan Murah dengan Kualitas Bintang di Yogyakarta


Yogyakarta bisa dibilang kota yang paling sering saya kunjungi untuk liburan (selain Bandung ya, hehehe). Untuk sekedar melepas penat ke Kota Gudeg itu memang tidak perlu mengeluarkan kocek yang bisa bikin kantong bolong. Jalan-jalan hemat, meski gak harus gaya backpacker-backpacker amat.

Saya pun lebih suka naik kereta dibanding pesawat untuk menuju Yogyakarta. Biasanya, naik kereta bisnis di Kamis malam dan tiba di Stasiun Tugu Jumat pagi. Explore Yogya dalam tiga hari sudah lumayan refreshing.

Nah, kali ini saya mau review beberapa penginapan yang pernah saya jajal selama liburan ke Yogya. Ada yang saya rekomendasikan, ada pula yang harus mikir-mikir lagi kalau mau nginep di sana. Pastinya, harganya nggak bakal bikin kantong rombeng.

Cekidot!

1. Austin Residence (sekarang berubah jadi Omah Pari Boutique Hotel)

Saya nggak tahu kapan tepatnya hotel Austin ini berubah nama (atau berubah pemilik) jadi Omah Pari. Tapi bangunan dan tata letaknya kalau saya lihat nggak berubah banyak. Hotel ini letaknya di Jl. Nakulo No. 34, Kapten Piere Tendean Wirobrajan, Yogyakarta. Sekitar 1,5 km dari Malioboro. Lokasinya memang masuk ke gang gitu, tapi buat yang mau cari ketenangan, di sini tempatnya. Saya sempat menginap di Austin pada tahun 2012. Bangunannya itu nggak seperti hotel pada umumnya, tapi lebih kayak rumah bergaya kolonial yang nyaman, banyak tanaman dan rumput hijau, jadi adem banget. Note: Nggak spooky sama sekali. Lantainya marmer, dingin banget. Wifi di kamar cukup kenceng. Tinggal di sini serasa tinggal di rumah sendiri dengan fasilitas hotel berbintang. Austin ini cuma terdiri dari dua tingkat dan terdiri dari dua bangunan. Kamarnya nggak terlalu banyak. Dan yang paling penting, kamarnya luas. Ada dua pilihan kamar, view garden atau balcony. Untuk kelasnya ada superior atau deluxe. Keduanya punya luas kamar yang hampir sama. Ada bathtub untuk kelas kamar kelas 1, tapi untuk kamar setingkat superior cukup pake shower dan included hot water. Yang paling saya suka nih, kamar mandinya luaaassss banget… bisa seluncuran kayaknya di dalem, hehehe😀
Selama menginap di Austin, saya biasa sewa sepeda motor, untuk 12 jam harganya Rp50.000. Oh iya, harga kamar superior dan deluxe di Austin bedanya nggak terlalu jauh. Waktu itu saya pesan lewat Agoda, kisarannya di Rp300.000 (sudah termasuk breakfast for 2 person). Super hemat dan puas, dengan harga segitu udah dapet kualitas hotel berbintang. Next visit, boleh lah nginep di sini lagi.

Lorong balcony Hotel Austin

Lorong balcony Hotel Austin

Salah satu kamar di Hotel Austin

Salah satu kamar di Hotel Austin

Penampakan depan Hotel Austin Residence (Omah Pari Boutique Hotel) Wirobrajan, Yogyakarta.

Penampakan depan Hotel Austin Residence (Omah Pari Boutique Hotel) Wirobrajan, Yogyakarta.

2. Omah Tembi Guesthouse

Kebanyakan orang kalau berlibur ke Desa Tembi, Bantul, Yogyakarta, pasti lebih pilih menginap di Tembi Rumah Budaya. Selain harganya yang agak diatas standar, saya lebih pilih Omah Tembi justru karena lebih ‘ndeso. Emang di sini nggak ada kolam renang, terus lebih sepi, dan cottagenya nggak banyak, tapi justru disitu sih yang jadi nilai plusnya bagi saya. Pas masuk ke kawasan Omah Tembi, kayak masuk ke kompleks desa Jawa jaman dulu gitu. Ada obornya (kalo malem), bebatuan, pohon-pohon rindang, suara jangkrik, suara kodok, pelayanannya ramah banget. Dulu waktu tahun 2013 nginep di sini, belum ada websitenya. Tapi sekarang udah ada, tinggal klik omahtembi.com. Bagus ya, ada peningkatan pelayanan kalau begitu. Omah Tembi ini menyediakan 4 unit cottege dengan bentuk satu rumah utuh Jawa Limasan berbahan kayu jati dengan fasilitas AC, LED/LCD TV, shower air panas, terus ada Hot spot area juga yang dapat diakses secara gratis. Dan yang menarik pas sampe di Omah Tembi kita bakal dapet sajian Wedang Uwuh, minuman rempah-rempah berbahan dasar jahe, semacam welcome drink khas Omah Tembi Homestay gitu deh. Menuju ke lokasi guesthouse ini emang nggak terlalu mudah, karena letaknya nggak di pinggir jalan dan banyaknya penginapan model cottage di Desa Tembi. Best part di Omah Tembi itu, pas bangun pagi buka pintu cottage, nengok dikit udah ada pemandangan sawah menghampar, indah banget. Udaranya fresh banget. Dan sambil sarapan kita bisa ngeliat para pengrajin tembikar bekerja. Boleh belajar atau sekedar foto-foto doang lho. Tahun 2013 saya menginap di cottage Dhaeng, tipe standard big room, waktu itu di agoda dapet harga sekitar Rp250.000 per malam. Tadi coba melongok ke agoda lagi, harganya masih belum berubah. Kalau pake insider deals malah lebih murah.

Penampakan Omah Tembi yang serba kayu dan adem.

Penampakan Omah Tembi yang serba kayu dan adem.

Suasana Omah Tembi di malam hari.

Suasana Omah Tembi di malam hari.

3. Puri Chorus

Kalau berlibur bareng teman-teman, memang ada aja maunya. Yang satu pengennya hotel yang ini, yang satu maunya hotel yang begitu. Padahal sih, yang namanya pergi sama temen-temen buat libur seseruan hotel itu cuma untuk istirahat ngumpulin tenaga untuk kembali ngebolang keesokan harinya. Setelah heboh milih-milih hotel kece dengan harga sesuai budget, akhirnya terpilih lah Puri Chorus Hotel yang terletak di daerah Gejayan, Yogyakarta. Kalau untuk liburan, hal pertama yang saya pastikan adalah lingkungan sekitar penginapan. Nggak mau yang terlalu berisik. Jadi udah otomatis pilihan menginap di hotel dekat jalan besar itu dicoret dari daftar. Pas lagi asyik searching di Agoda, saya lihat hotel ini lumayan oke. Dengan harga berkisar Rp300.000 per malam, udah bisa bobo lumayan pules. Saya pilih kamar bussiness suite room di tahun 2013 untuk menginap bersama tiga teman. Dengan springbed yang cukup besar, kami sukses tidur nyaman meski jempet-jempetan. Senengnya kami nggak kena charge apapun dari pihak hotel, hehe. Kamarnya luas, sampe bisa ngumpulin dua teman lainnya untuk nonton tv lesehan di kamar kami. Kamar mandinya juga bersih. Kami dapat kamar di lantai dua, di bangunan kedua Puri Chorus (Jadi Puri Chorus itu punya dua bangunan hotel yang letaknya terpisah, tapi jaraknya sih satu sama lain deketan). Di bawahnya ada minimarket yang jual segala kebutuhan, jadi mau beli minuman dingin sampai makanan kecil kalau malam gampang, tinggal turun ke bawah. Di sana juga ada penyewaan mobil untuk tur dengan harga standar turis. Jalan kaki sedikit keluar gang udah jalan besar, banyak tempat makan dan kafe-kafe. Mau ke Malioboro dan sekitarnya, tinggal naik TransJogja. Lumayan strategis. Tapi untuk breakfast di sini biasa aja, jadi better cari di luar sambil menikmati suasana Yogya.

Puri Chorus Hotel

Puri Chorus Hotel

Suasana kamar di Puri Chorus Hotel

Suasana kamar di Puri Chorus Hotel

4. Athaya Homestay

Mungkin belum banyak orang tahu kalau di Yogyakarta itu banyak rumah dengan 3-5 kamar disewakan untuk wisatawan. Saya juga pertama kali tahu waktu lagi asyik ngobrak-ngabrik situs Yogyes.com sama partner traveling saya alias suami. Dari pacaran sampe nikah, tempat liburan kami emang nggak jauh-jauh dari Yogya. Kota ini emang spesial buat kami, sampe pernah dalam satu tahun kita tiga kali berlibur ke Yogya. Nah, pas sebelum saya nikah memang keluarga besar saya sempet ngerencanain liburan bareng. Berhubung penganten baru, jadi saya dan suami kena dapet tugas untuk ngerancang liburan keluarga ini. Memang tiap setahun sekali, saya tuh hampir selalu ajak mama saya liburan keluar kota. Buat refreshing biar nggak bosen di rumah melulu. Sempat bingung mau cari penginapan untuk 10 orang dimana yang ekonomis buat liburan 5 hari di Yogya. Akhirnya terpilihlah Athaya Homestay di Tegalmulyo WB I/129 B RT 12/02 Yogyakarta. Rumah berlantai dua dengan 5 kamar dengan fasilitas lengkap, semua kamar pakai AC dan ada hotwater juga wifi. Pemiliknya, Mas Satya baik banget. Saya hampir nggak dapet homestay ini karena sudah keburu ada yang booking di tanggal yang sama. Saya pun nyaris kecewa dan sempat juga cari homestay lain yang lebih mahal, tapi fasilitasnya nggak selengkap Athaya, dan lokasinya kurang strategis. Tapi setelah BBM-an sama Mas Satya, dua hari kemudian dia make sure kalau tanggal yang saya mau kosong. Wah, waktu itu happy banget. Karena mama, tante dan sepupu udah ikutan jatuh cinta sama Athaya walau baru liat gambar-gambarnya di website. Harga Athaya Homestay semalam Rp1.000.000. Keluarga saya pada kaget, kok bisa dapet harga segitu dengan fasilitas yang wow. Bayangin aja, di Athaya itu ada 5 kamar, tiga di atas dan dua di bawah, plus satu ruang salat di bawah. AC, hot water, mesin cuci, televisi, kulkas, dapur basah di bawah (mau masak boleh), dapur kering di atas, wifi, dispenser atas dan bawah ada, sudah termasuk breakfast juga. Enak deh, kayak tidur di rumah sendiri. Leluasa juga, meskipun Mas Satya tinggal di situ (ya iyalah, namanya juga yang punya rumah). Mas Satya ini kolektor robot Gundam. Jadi di tiap sudut rumah ada lemari kaca khusus menaruh ratusan koleksinya. Orangnya juga ramah banget, mama sama tante-tante saya langsung cepet akrab sama dia. Jadi kalau dihitung-hitung, kalau 10 orang menginap di sana, Rp1.000.000 dibagi 10 aja, jadi semalamnya per orang cuma kena Rp100.000. Sangat ekonomis dengan fasilitas hotel berbintang.

Athaya Homestay

Athaya Homestay

Salah satu kamar di lantai dua Athaya Homestay

Salah satu kamar di lantai dua Athaya Homestay

Itu kira-kira empat review penginapan favorit saya untuk liburan di Yogya. Selain ekonomis, fasilitasnya juga lumayan oke. Punya rekomendasi lain yang lebih oke? Share ya🙂

(All credits: Agoda.com and Yogyes.com)

The World is a book, and those who do not travel read only a page. -Saint Augustine-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s