SBY, Obama dan Dunia Badminton Indonesia Kini


“Aku Mia Audina ya.. Kamu Susi Susanti aja..”

Begitu kira-kira celoteh saya dan beberapa kawan sepermainan saya tiap sore kalau sedang menghabiskan waktu bermain badminton di depan rumah. Badminton atau bulutangkis memang bisa dibilang olahraga paling anyar di Indonesia sejak saya kecil dulu. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, saya dan kakak juga teman-teman di rumah tiap sore pasti sudah menenteng raket dengan bermodal kok. Tak peduli kadang raket kami senarnya sudah putus beberapa atau renggang, bahkan kok pun sudah keriting bulunya, hehe..

Waktu saya kecil, saya dan teman-teman hapal betul nama-nama atlet bulutangkis Indonesia. Kami bangga sangat dengan mereka, pengharum nama bangsa. Apalagi waktu Susi Susanti dan Alan Budikusuma meraih medali emas untuk tunggal putri dan tunggal putra di Olimpiade di Barcelona tahun 1992. Biar masih bau kencur, saya merasa nasionalisme saya membumbung tinggi saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan disaksikan dunia kala itu. Padahal tahun itu, saya belum juga pakai seragam putih merah. Tapi euforia keluarga, tetangga dan orang-orang di sekitar membuat saya terhanyut dalam keharuan dan kebanggaan akan para pejuang bangsa itu.

Hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima para atlet bulutangkis Indonesia yang akan berlaga di Guangzhou, China, untuk kejuaraan dunia. Beberapa tahun belakangan ini, mungkin sudah sekitar 10 tahunan, prestasi olahraga di Indonesia kian tak terdengar. Begitu pula bulutangkis. Dulu, waktu masih kecil, saya hapal nama-nama atlet bulutangkis. Tapi sekarang? Mungkin hanya beberapa. Saya pun mulai jarang mengikuti setiap pertandingannya. Padahal, dulu saya selalu menunggu laga bulutangkis, mulai dari PON, Sea Games, sampai kejuaraan dunia sekelas Olimpiade saya ikuti.

Di Istana Negara hari ini, Presiden SBY menceritakan sesuatu hal. Saya melihat cerita SBY ini untuk membangkit semangat para atlet. Ia mengisahkan pertemuan dia dengan beberapa pemimpin negara dalam sebuah Summit Leaders, salah satunya waktu itu ada Presiden AS Barrack Obama. Saat break, mereka berbincang soal olimpiade, dan waktu itu SBY ditanya soal olahraga apa yang diandalkan Indonesia dalam setiap kejuaraan dunia. Belum sempat SBY menjawab, Obama sudah menyelanya dengan berseru “Badminton!” SBY sumringah. Ternyata Obama, ‘anak Menteng’ itu masih ingat kecintaan rakyat Indonesia pada olahraga itu. Ya, pantas saja. Tahun 1970-an, saat Obama masih jadi anak Menteng, badminton Indonesia sedang jaya-jayanya. Icuk Sugiarto salah satu nama yang dielu-elukan kala itu.

Namun, ucapan Obama itu kemudian ditimpali SBY dengan (menurut saya) keluhan. Yang (menurut saya lagi) mengecilkan agak nama bangsa. “Betul, namun belakangan kami harus kesulitan untuk menghadapi banyak pesaing lain seperti China dan lainnya,” kata SBY mengutip jawabannya saat itu.

Lalu apa yang dilakukan SBY selama menjadi presiden untuk memajukan olahraga Indonesia? Hanya curhatan ke kepala negara lainnya soal kesulitan? Kenapa sulit? Apa yang menyebabkan jadi sulit? Dulu hanya China pesaing berat kita, kenapa sekarang hampir semua negara? Bagaimana mengatasi kesulitannya? Sudah tiga kali ganti Menpora, apa kemajuannya? Kenapa kualitas atlet kita semakin menurun? Apa anggaran kurang? Apa atlet kurang gajinya? Atlet kalau kurang gajinya mau ngejale di mana? Eh, jadi salah fokus saya😀

Ya, saya cukup prihatin, kalau kata SBY.

Di Istana hari ini, saya ikut berfoto dengan beberapa atlet dan mantan atlet bulutangkis. Saya sangat antusias bisa berfoto dengan Ricky Subagja, yang juga sempat menyumbangkan emas untuk Indonesia di Olimpiade Atlanta tahun 1996 bersama pasangan gandanya, Rexy Mainaki. Namun, yang lebih membuat saya dag-dig-dug adalah saat berfoto dengan Joko Suprianto. Entah kenapa, sejak kecil saya begitu ngefans dengan pemain tunggal putra ini. Tak bisa dipungkiri, semua teman wanita saya dulu tergila-gila dengan Ricky Subagja. Ganteng, putih, jago. Joko Suprianto dulu memang tidak sepopuler Ricky dalam hal fisik. Joko tuh kulitnya hitam (sawo matang lah ya), enggak ganteng ganteng amat juga, tapi gaya permainannya selalu bisa bikin saya.. aaarrghh.. susah diungkapkan dengan kata-kata hehe… Saya pun tadi untuk minta foto bareng Joko Suprianto agak sulit, karena Joko yang sekarang sudah jadi pelatih tunggal putra, tenggelam di antara atlet-atlet ‘ngetop’ lainnya. Dia pun sempat menunjukkan ekspresi tak percaya saat saya memanggilnya dari jarak sekitar lima meter. Ia menatap saya tidak yakin dan malah menunjuk mas Icuk. Saya lalu bilang “Mas Joko, saya mau foto saya mas Joko..” baru dia datang ke arah saya sambil tersenyum. Orangnya ramah dan pemalu. Oh iya, saya juga sempat berfoto dengan Lilyana Nasir alias Butet. Salah satu atlet yang saat ini saya sukai karena permainannya yang bisa dikatakan cukup stabil beberapa tahun ini.

Bersama atlet badminton kebanggaan. Ki-ka: Joko Suprianto, Ricky Subagja, Lilyana Nasir. (FOTO: dok.pribadi)

Bersama atlet badminton kebanggaan. Ki-ka: Joko Suprianto, Ricky Subagja, Lilyana Nasir. (FOTO: dok.pribadi)

Tapi hari ini, saat saya mewawancarai Menpora Roy Suryo, lagi-lagi ada ungkapan bernada pesimis keluar dari mulutnya. Begini kutipan wawacara saya di kantor presiden dengan ahli telematika ini: “Ganda campuran dan putra, dua itu yang jadi harapan kita, kalau tunggal sepertinya masih agak berat. Masih jauh kelas kita. Meskipun kita punya satu tunggal putra berbakat, anak mantan pemain tunggal berbakat dulu, Icuk Sugiarto, sekarang Tommy Sugiarto. Tetapi ganda masih andalan kita. Mudah-mudahan Butet sama Owi, enggak anu, kadang-kadang permainan sempat kurang bagus, seperti di Malaysia kemarin.”

Meski para pejabat kita pesimis, kepala negara kita juga seakan-akan melontarkan pernyataan tak percaya diri dengan kemampuan atlet kita, meski anggaran olahraga habis dikorupsi, mudah-mudahan prestasi atlet-atlet muda kita senantiasa bisa terus berkembang dan mengharumkan nama bangsa. Amin.

Go! Go! Indonesia! (FOTO: dok. pribadi)

Go! Go! Indonesia! (FOTO: dok. pribadi)

We’ve played many matches against each other and even though I still have a very good record against Simon, I expect a very tough match. I’ll try and be the one controling the game from the start and make him work hard for his points. For now I’ll prepare as good as possible for tomorrow. I’ll be back tomorrow after my game..
-Peter Gade-Denmark

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s